Beberapa Mitos Tentang Ibu Hamil yang Perlu Diketahui

Menjadi ibu hamil perlu berhati-hati dengan kondisi kehamilannya. Sebab, ibu hamil cenderung lebih rentan terhadap berbagai hal dan perlu berhati-hati agar kesehatan tubuhnya dan sang janin tetap terjaga. Tak jarang pula ibu hamil dihadapkan pada suatu mitos yang belum dipercayai kebenarannya hingga akhirnya bingung apakah harus mengikuti atau mengabaikan mitos tersebut.

Meskipun demikian, satu hal yang pasti, seorang ibu hamil perlu menjaga betul asupan nutrisinya sehari-hari-. Sebab, hal tersebut sangat mendukung tumbuh kembang sang anak serta sang ibu agar siap melahirkan. Selain mengonsumsi makanan yang baik, dibutuhkan juga nutrisi tambahan seperti folamil gold multivitamin ibu hamil. Kembali ke topik, berikut ini beberap mitos tentang ibu hamil yang perlu Anda ketahui.

Harus makan lebih banyak

Selama ini, Anda tentu pernah mendengar bahwa ibu hamil perlu makan lebih banyak agar janin yang ada didalam kandungannya juga bisa merasakan makanan tersebut. Hal ini tentu masuk akal mengingat janin membutuhkan nutrisi yang dikonsumsi oleh sang ibu. Tapi, bukan berarti sang ibu hamil boleh mengonsumsi berbagai makanan hingga menjadi rakus hanya agar janin di dalam kandungannya bisa mendapatkan nutrisi.

Faktanya, seorang ibu hamil juga perlu menjaga bobot tubuh dan bobot sang bayi agar dapat memudahkan proses persalinan. Bobot tubuh ibu hamil yang meningkat tajam dapat mempersulit proses persalinan hingga membuat potensi melahirkan secara Caesar lebih tinggi. Pun begitu dengan sang janin, mendapatkan nutrisi yang terlalu banyak berpotensi menjadikannya obesitas saat lahir.

Bentuk perut menandakan jenis kelaminnya

Setiap ibu hamil tentu akan mendapati bentuk perut yang lebih besar dibanding sebelum hamil. Tak jarang pula perut hamil setiap ibu berbeda-beda. Hal inilah yang seringkali menimbulkan asumsi bahwa perbedaan bentuk perut akan menandakan perbedaan kelamin sang bayi.

Biasanya, jika arah perut buncit keatas maka kebanyakan orang akan berpikir bahwa sang anak adalah laki-laki sementara jika bentuk perutnya melebar maka sang bayi adalah perempuan. Padahal, faktanya tidaklah demikian karena bentuk perut bukan menandakan jenis kelamin sang bayi sama sekali. Sebab, bentuk perut ditentukan oleh tonus otot dan tak ada korelasi sama sekali antara jenis kelamin dengan bentuk perut sang ibu selama kehamilan.

Demikian info kesehatan seputar mitos yang biasa dihadapi oleh ibu hamil serta fakta dibaliknya. Semoga bermanfaat.