Keputihan Tidak Normal Yang Harus Diwaspadai

0 Comments

Sumber: popbela.com

Keputihan merupakan kondisi saat cairan atau lendir keluar dari vagina. Keputihan adalah salah satu cara alami tubuh untuk menjaga kelembapan dan kebersihan organ kewanitaan. Seorang wanita ketika mengalami keputihan leher rahim  dan cairan diproduksi kelenjar vagina akan keluar membawa bakteti dan sel mati, sehingga vagina selalu terlindung dari infeksi. Akan tetapi, banyak yang beranggapan keputihan sangat tidak normal jika keputihan mengalami perubahan warna. Yuk cari tahu, penjelasan keputihan yang harus diwaspadai.

Keputihan sering terjadi pada wanita yang masih mengalami menstruasi. Perubahan hormon menyebabkan ibu hamil  mungkin akan lebih sering mengalami keputihan. Keputihan akan mulai berkurang saat wanita mulai memasuki masa menapouse. Keputihan wajib diwaspadai jika cairan keputihan mengalami perubahan tekstur, warna, dan bau. Kondisi ini dapat menjadi ciri-ciri keputihan tidak normal yang diakibatkan kelainan atau infeksi pada organ reproduksi wanita. Ciri seperti ini adalah salah satu ciri penyakit kelamin wanita.

Keputihan yang termasuk normal biasanya terlihat dari cairan yang keluar dengan tanda-tanda berikut.

  1. Berwarna putih atau tidak berwarna.
  2. Tidak mengeluarkan bau menyengat.
  3. Meninggalkan bekas kekuningan di celana dalam.
  4. Tekstur cairan keputihan bisa berubah.

Keputihan yang tidak normal bisa lihat tanda-tanda di bawah.

  1. Cairan keputihan berbeda tekstur, warna, atau bau dari biasanya.
  2. Cairan keputihan yang keluar lebih banyak dari biasanya.
  3. Mengeluarkan darah di luar jadwal haid atau setelah berhubungan seksual.
  4. Area kewanitaan terasa gatal.
  5. Di sekitar vagina terasa terbakar.
  6. Nyeri ketika buang air kecil.

Setiap wanita mengalami keputihan yang berbeda-beda, mulai dari warna hingga tekstur dan jumlah cairan yang keluar. Keputihan sering terjadi setidaknya 6 bulan sebelum seorang wanita mengalami menstruasi untuk pertama kalinya, dikarenakan kondisi ini dipengaruhi perubahan hormon pada tubuh. Selain itu, keputihan juga akan biasa keluar ketika wanita sedang menyusui, stres, atau mendapatkan rangsangan seksual.

Keputihan yang termasuk tidak normal diakibatkan oleh infeksi, baik karena parasit, jamur, atau bakteri. Bukan hanya infeksi, keputihan juga menjadi tanda dari leher rahim atau kanker rahim. Jika keputihan pertanda dari kanker rahim, maka dokter akan menganjurkan untuk melakukan bedah pengangkatan rahim. Sebelum tahap ini, tentu ada baiknya tanyakan terlebih dahulu apa kekurangan dan kelebihan langkah tersebut dengan dokter.

Wanita rentan mengalami infeksi vagina dan menimbulkan keputihan diakibatkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  1. Obat kortikosteroid.
  2. Mempunyai penyakit diabetes.
  3. Sering berganti pasangan saat melakukan hubungan seksual.
  4. Menurunnya sistem kekebalan tubuh.
  5. Isitasi di sekitar atau di dalam vagina.
  6. Dinding vagina menipis yang diakibatkan menopause.
  7. Menggunakan losion atau sabun yang mengandung pewangi.
  8. Berlebihan membersihkan area kewanitaan dengan semprotan air.

Dokter akan menanyakan gelaja yang dialami, mengenai hubungan seksual, dan sikslus menstruasi untuk menentukan apakah keputihan bersifat normal atau tidak normal. Selain itu, dokter akan melakukan pemeriksaan panggul untuk mengetahu kondisi organ reproduksi wanita, seperti serviks, rahim, dan vagina. Selanjutnya dokter akan memeriksa cairan keputihan. Untuk menentukan penyebabnya perubahan warna pada cairan keputihan bisa menjadi petunjuk bagi dokter. 

Umumnya tanda keputihan yang tidak normal sudah bisa terdeteksi pada pemeriksaan awal. Akan tetapi, dokter bisa menyarankan pasien untuk menjalani pemeriksaan tambahan supaya lebih pasti, seperti obat antijamur, antibiotik, tinidazole atau metronidazole. Keputihan juga dapat diatasi dengan obat tradisional. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *