Pamedak tidak diperbolehkan membawa dan menggunakan plastik saat sembahyang saraswati di jagatnatha agar pura tetap bersih

Gempa Mengguncang, Umat Hindu Bali Tetap Sembahyang Galungan

Berita bali terkini, pada hari sabtu tanggal 7 kemarin seluruh umat hindu sedang merayakan salah satu hari raya yang bernama saraswati, saraswati yaitu hari raya peringatan tentang turunnya ilmu pengetahuan. Hari raya saraswati duperingati enam bulan sekali atau lebih tepatnya yaitu 210 hari pada hari saniscara atau lebih dikenal dengan hari sabtu umanis wuku wutugunung. Ditahun ini sendiri umat hindu Indonesia sudah melaksanakan peringatan saraswati sebanyak 2 kali, yaitu saat 11 mei dan juga pada tanggal 7 desember kemarin. Persembahyangan ini merupakan penghormatan pada dewi yang merupakan dewi pengetahuan, dewi saraswati.  Maksud dari perayaan ini yaitu untuk persyukur dan berterimakasih kepada hyang widhi atas karunianya yang sudah memberikan ilmu pengetahuan (vidya dan juga memberikan kecerdasan. Dengan vidya (ilmu pengetahuan) maka mahluknya akan terbebas dari avidya (kebodohan). Untuk sembahyang saraswati ini sebenarnya tidak perlu dilakukan di pura saja tetapi bisa dilakukan di kuil, dirumah, sekolah dan ditempat lainnya. untuk melaksanakan puja saraswati ini bisa dilakukan dimana saja dengan sederhana asalkan dengan hati yang iklas dan juga tulus.

Banyak orang berdatangan ke jagatnatha di Denpasar untuk sembahyang saraswati, acara ini berlangsung dari jam 10.50 WITA. Dalam acara ini  juga menampilkan beberapa kesenian khas bali seperti wayang, topeng dan juga rejang renteng. Acara saraswati ini dipimpin oleh ida pedanda gede ngurah telaga yang berasal dari griya telaga tegal di Denpasar. Acara sembahyang yang dilakukan oleh ribuan umay di pura ini di iringi denting genta sang sulinggih, seiring acara terlihat warna warni bunga yang indah dan bau dupa sangat menyengat. Banyak orang yang rela datang ke pura jaganatha Denpasar untuk sembahyang saraswati beramai-ramai contohnya salah satu pamedek yang bernama putu yasa mengatakan bahwa dirinya pergi sembahyang ke jagatnatha bali setelah dirinya ikut melaksanakan sembahyang di sekolahnya, dirinya mengatakan bahwa memang sudah berjanjian dengan teman-temannya setelah melakukan sembahyang disekolah akan pergi ke pura jagatnatha.

Dalam sembahyang saraswati di pura jagatnatha juga dihadiri oleh wali kota Denpasar bali IGN jaya negara dan juga ia hadir bersama jajaran yang lainnya. ia mengatakan bahwa dirinya berharap bahka sang hyang dewi saraswati memberikan rahmat vidyanya kepada semua orang. Ia juga mengatakan bahwa ia berharap pada hari turunnya ilmu ini, bahwa anak-anak muda pada era globalisasi ini tidak putus untuk keinginannya menuntut ilmu, karena ilmu adalah daya manusia yang sangat amat dibutuhkan untuk masa depan.

Yang lebih menariknya diacara ini para pamedak yang akan bersembahyang tidak diperbolehkan membawa masuk dan meenggunakan kantong plastik, jika ada orang yang menggunakan botol minuman dari plastik atau membawa makanan yang dibungkus dengan plastik maka itu harus diserahkan pada pecalang, menurut penyelenggara acara di pura jagatnatha ini hal ini untuk mengantisipasi orang yang sering membuang sampah secara sembarangan sehingga pura tidak akan kotor dan tercemar oleh sampah-sampah plastik. Hal ini memang sudah masuk kedalam perwali dan juga perwagub Denpasar bali, ketua pecalang juga mengatakan bahwa sejak adanya perwali dan perwagub para pecalang memang sudah melakukan sidak plastik di pura.  Ketua pecalang juga mengatakan bahwa memang para pemedek sudah di himbau menggunakan keben atau besek jika membawa canang atau banten ke pura. Hal tersebut agar para pemedak tidak lagi menggunakan plastik sehingga mengurangi sampah plastik, bahkan pengurangan plastik karena cara ini sudah hampir 75%.